3 Tahun Minim PAD Dari Pajak Sarang Walet, Anggota Komisi II Minta Pemerintah Tegas

Ilustrasi Gedung Sarang Burung Walet Foto : Istimewa

Anggota Komisi II DPRD Bontang Suharno menaruh harapan besar kepada Bapenda untuk memaksimalkan pajak ditahun ini. Hal tersebut lantaran minimnya pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pajak tersebut.

Suharno menyampaikan, dalam kurung 3 tahun terakhir PAD di sektor tersebut terbilang kecil dengan hanya mengumpulkan sekitar Rp 7 juta.

“Harapan saya Bapenda bisa maksimal memungut pajak walet,” ujar Suharno dalam rapat dengar pendapat bersama Bependa Bontang, Senin (15/03/2021) siang.

 

Dikatakan Suharno, potensi pajak walet di Bontang termasuk besar. Dengan jumlah sarang lebih dari 200 bangunan. Namun, pemerintah selama ini dianggap kurang tegas untuk menarik pajak tersebut.

Imbasnya, pemilik ataupun pengusaha sarang walet terkesan acuh untuk membayar pajak. Apalagi tidak ada sanksi tegas bagi yang lalai membayar pajak.

“Mungkin para pengusaha walet pikir, kalau tidak bayar tidak ada masalah. Makanya pemerintah harus tegas,” ujarnya

Diapun menghimbau kepada Bapenda agar kembali mendata ulang sarang beserta penghasilan perbulannya. Dengan data tersebut diharapkan pemungutan pajak sarang walet bisa dimaksimalkan mulai tahun ini.

“Kalau bisa didata kembali, yang paling penting penghasilannya karena tidak semua sarang itu berisi,” pungkasnya

 

Penulis : Redaksi

Leave a Reply