Dampak covid, Kelurahan Kanaan Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Ilustrasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Wajahindonesia.di – Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat kalangan menengah ke bawah. Oleh sebab itu diperlukan upaya pemerintah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini.

Menanggapi hal itu, sebagai perangkat daerah, Lurah Kanaan Kecamatan Bontang Barat, Andrie Lesmana Saturninus mengatakan, turut berupaya menanggulangi dampak yang timbul akibat pandemi ini, salah satunya di bidang ekonomi dengan pemberdayaan masyarakat padat karya. Sebab, ketahanan ekonomi masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah.

Melalui program provinsi KOTAKU atau Program Kota Tanpa Kumuh. Ia lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakatnya ketimbang program fisiknya.

“Kalau di Kotaku dia tidak lihat dari program fisiknya.Tapi dimana pemberdayaan masyarakat lebih besar. Dengan sistem gotong royong dengan upah mereka lebih besar ketimbang biaya fisiknya, sebab padat karya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Kanaan, Jumat (19/11/2021).

Andrie menyebut, kegiatan ini dinilainya sangat memberi manfaat kepada masyarakat ditengah pandemi. Contohnya pemeliharaan drainase di RT 01, RT 02, RT 04 dan RT 11, pemeliharaan jalan beton di RT 01, RT 03, dan RT 8, dan pemeliharaan MCK di RT 04. Semua dikerjakan masyarakat setempat.

“Apalagi ini Covid nih, daripada banyak yang tidak ada kerjaan. nah fokus kita di sana berdayakan masyarakat, mudah-mudahan cukup membuat membantu,” timpalnya.

Selain itu, seluruh program, baik program dari pusat, provisi dan kota akan dijalankan Andrie seirama sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jadi intinya dari masyarakat oleh masyarakat untuk masyarakat,” tandasnya.

Leave a Reply