Kasus DBD Meningkatkan di Bontang, Kelurahan Kanaan Rutin Kerja Bakti Berantas Sarang Nyamuk

Ilustrasi DBD (Google Image)

Wajahindonesia.id – Musim hujan yang kerap terjadi di Kota Bontang akhir-akhir ini mengancam berbagai penyakit. Salah satunya Demam Berdarah Denque (DBD). Terlebih Bontang dinilai masih termasuk daerah rawan gigitan nyamuk aedes aegypti.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Metti Tandi mengatakan sejak Oktober 2021 jumlah kasus baru warga menderita penyakit DBD ada 3 orang.

“Ia ada tambahan 3 kasus dengan beda RT,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Kanaan, Jumat (19/11/2021).

Menanggapi hal itu, pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk rutin melakukan kerja bakti, berupa pembersihan sanitasi air disekitar lingkungan rumah guna memberantas sarang nyamuk penyebab DBD.

“Kami komunikasi ke RT untuk menyampaikan ke warga. Seperti rutin kegiatan Jumat bersih di sekitar lingkungan rumah,” timpalnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Puskesmas Kelurahan Kanaan untuk dilakukan penyemprotan massal (fogging focus). Khususnya di wilayah yang rentan persebaran DBD.

“Dari selain sosialisasi ke warga kita koordinasi langsung ke Puskesmas untuk segera dilakukan pencegahan,” timpalnya.

Diketahui data Dinas Kesehatan Bontang (Dinkes) Bontang mencatat, angka DBD kian meningkat. Tercatat sejak Oktober 2021 ada 33 kasus DBD menyerang warga. Padahal sebelumnya hanya sekitar 20 kasus.

Kasus terbanyak penderita DBD
hingga 10 bulan belakangan ini di Kelurahan Api-Api, totalnya 79 kasus. Termasuk satu kasus yang berujung kematian. Kemudian, disusul Tanjung Laut di urutan kedua dengan 61 kasus.

“Selama 10 bulan itu ada tiga kasus kematian. Angka ini sama dengan saat 2019 lalu. Kematian terjadi di Februari dan April,” terangnya.

Namun, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Muhammad Ramsi mengatakan, angka itu masih di bawah pola maksimal yang diacu Diskes, yakni 38 kasus. Mengacu jumlah kasus sejak 2016.

“Memang ada kenaikan sedikit di Oktober. Intinya masyarakat harus waspada,” ujar Ramsi.

Leave a Reply