Mengenal Pajak Reklame, Salah Satu Sumber PAD Bontang

BONTANG—Badan Pendapatan Daerah Bontang (Bapenda) terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah di masa pandemi. Menggunakan seragam yang dilengkapi alat pelindung diri, petugas dari Bapenda keliling untuk mensosialisasikan salah satu sumber PAD. Yakni Pajak reklame.

 

Kurangnya pemahaman masyarakat dianggap menjadi dasar, untuk terus melakukan sosialiasai lebih maksmimal dibandingkan sebelumnya.

Kepala Bidang Pelayanan Pajak Daerah Muhtar, membeberkan pajak reklame adalah pajak yang dikenakan atas penyelenggaraan reklame meliputi papan billboard, videotron, selebarang,kain, reklame apung, reklame suara, reklame film slide.

Adapun yang tidak termasuk objek pajak reklame melalui internet, televisi, radio atau media cetak. Nama pengenal usaha atau profesi yang dipasang melekat pada bangunan tempat usaha atau profesi yang diselenggarakan sesuai ketentuan, dan reklame yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Selama ini kurang sosialisasi, sehingga masyarakat kurang paham,” ujar Muhtar, Rabu, (29/07/2020) siang.

Untuk tarif pajak reklame, Muhtar menjelaskan bahwa hal itu mengacu peraturan Walikota nomor 20 tahun 2011 tentang Perhitungan Nilai Sewa Reklame wilayah Kota Bontang.

“Tariff pajak reklame ditetapkan 25 persen dengan mengacu pada nilai perhitungan sewa reklame,” ujar Muctar

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk menjadi wajib p pajak reklame harus terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). Persyaratan NPWPD menurutnya saangat mudah. Cukup menyertakan fotocopy KTP , setelah itu kartu NPWPD akan diterbitkan oleh Bapenda.

 

“Saat NPWPD terbit, maka kewajiban pajaknya sudah berjalan. Bagi yang ingin berkonsultasi bisa menghubungi call center Bapenda pada nomor 081350402009,” pungkasnya

Leave a Reply