Musim Hujan, Kelurahan Belimbing Bontang Barat Waspada DBD

Dwi Andriyani

Wajahindonesia.id – Sudah sepekan Kota Bontang diguyur hujan. Perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan banyak penyakit menyerang masyarakat, di antaranya Demam Berdarah Denque (DBD). Terlebih Bontang dinilai masih termasuk daerah rawan gigitan nyamuk aedes aegypti.

Menanggapi hal itu, Lurah Belimbing, Kecamatan  Bontang Barat  Dwi Andriyani mengatakan, akan melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi persebaran DBD di wilayahnya. Diantaranya, dengan mengajak masyarakat melakukan kegiatan kerja bakti termasuk pembersihan sanitasi air guna memberantas sarang nyamuk.

“Kelurahan Belimbing baru ini peroleh penghargaan kelurahan sehat, maka upaya antisipasi ini harus sejalan dengan kota sehat,” ujar Dwi kepada media via telepon, Selasa (16/11/2021).

Tak hanya itu, untuk penanganan masalah ini Andriyani juga menyebutkan, melalui kader-kader aktif Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang ada di setiap RT akan memantau dan akan melapor jika ada penderita DBD di wilayahnya masing-masing. Kemudian di laporkan di Dinas Kesehatan untuk dilakukan tindakan. Seperti, penyemprotan massal (fogging focus), dan pembagian obat pemberantas nyamuk DBD (Abate).

“Itu akan menjadi laporan kami di Dinkes untuk dilakukan tindakan. sebagai upaya pencegahan. Walupun kasus di belimbing sebulan ini belum ada kita harus tetap waspada. Jadi semua pihak harus aktif dalam upaya pencegahan ini,” timpalnya.

Adapun data Dinas Kesehatan Bontang (Dinkes) Bontang mencatat, angka DBD di Kota Taman mulai meningkat. pada Oktober lalu tercatat 33 kasus di Kota Taman. Jumlah ini naik dibandingkan dua bulan sebelumnya hanya di kisaran 20 kasus.

Hingga 10 bulan belakangan jumlah kasus terbanyak menyasar di Kelurahan Api-Api, totalnya 79 kasus. Termasuk satu kasus yang berujung kematian. Kemudian, disusul Tanjung Laut di urutan kedua dengan 61 kasus.

“Selama 10 bulan itu ada tiga kasus kematian. Angka ini sama dengan saat 2019 lalu. Kematian terjadi di Februari dan April,” terangnya.

Meski demikian, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Muhammad Ramsi mengatakan, angka itu masih di bawah pola maksimal yang diacu Diskes, yakni 38 kasus. Mengacu jumlah kasus sejak 2016.

“Memang ada kenaikan sedikit di Oktober. Intinya masyarakat harus waspada,” ujar Ramsi.

Leave a Reply