Syarat Tes Psikologi Pemohon SIM Dikeluhkan

BONTANG——Psikotes kembali menjadi salah satu syarat utama pembuatan surat ijin mengemudi (SIM) di Bontang.

Syarat psikotest tersebut tercantum dalam turan itu dimuat dalam peraturan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

 

Bontang menerapkan syarat tersebut sejak Maret 2020 lalu. Namun karena pandemi Corona, syarat tersebut akhirnya dicabut di Bulan Juni 2020.

 

Diawal tahun, tepatnya Senin (4/1) syarat tes psikologi kembali diterapkan. Namun kali ini, banyak pemohon yang mengeluhkan hal tersebut.

Beny Sasmito misalnya. Dia mengeluhkan kesiapan layanan psikotes belum maksimal.

 

Terbatasnya loket yang dibuka hanya satu setiap tempat tes membuatnya harus mengantri dari pukul Pukul 08.30 hingga 10.20 wita pagi.

Selain itu, adanya layanan ini justru menambah beban biaya, dengan tarif 50 ribu untuk sekali pengurusan.

“Saya bayar 100 Ribu karena urus sim A dan C. Tambah biaya tes kesehatan dan lainya,” terang Beny Sasmito. Senin (04/01/2021).

Senada dengan Beny, pemohon lainnya Syaiful (46) mengeluhkan hal sama. Terutama banyaknya waktu yang diperlukan hanya untuk mengantri.

Menurutnya pengurusan administrasi psikotes harusnya melalui layanan online agar tidak terlalu banyak memakan waktu.

“Sebaiknya untuk administrasi online saja. Biar tidak memakan wakt,” keluhnya

Dikonfirmasi terpisah Tester psikolog, Gustika Indiarti belum bisa memberikan banyak tanggapan. Namun, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait mekanisme layanan.

“Ini hari pertama, nanti akan evaluasi apa yang menjadi kekurangan. Misalnya membuatkan aplikasi bagi pemohon,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat tiga lokasi yang menerima layanan psikotes SIM, diantaranya Arka Trans Psikilogi, Tanjung Pura, dan PT RHYS, di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara.

 

 

Penulis: Redaksi

Leave a Reply